Friday, 19 December 2008

Metro TV ‘The Election Channel’ 2009

Seperti pada Pemilu 2004, stasiun televisi Metro TV kembali mengukuhkan diri menjadi the Election Channel untuk Pemilu 2009. Hal tersebut setelah Metro TV menandatangani nota kesepahaman dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, Sabtu (24/5).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan Direktur Utama Metro TV Wisnu Hadi. “Sebagai stasiun televisi berita pertama di Indonesia, Metro TV berusaha selalu konsisten dalam penyajian berita-beritanya,” kata Wisnu.

Sebagai the Election Channel, lanjut dia, Metro TV akan menyajikan berita tentang Pemilu 2009 yang tercepat, terlengkap dan terakurat.

“Seperti lima tahun lalu, kembali kita mencanangkan the Election Channel dengan misi menyosialisasikan Pemilu ke masyarakat, bahkan sampai ke dunia internasional melalui jejaring televisi di berbagai negara yang bekerja sama dengan Metro TV,” tambahnya.

Wisnu menambahkan, sambutan positif dari KPU, akan menjadi titik awal proses sosialisasi Pemilu 2009 di Metro TV. “Kita akan melaksanakan siaran langsung maupun tunda dari studio di kantor KPU dalam bentuk berita, talkshow, interview, dan dialog dengan berbagai narasumber.”

Penandatanganan kesepahaman itu juga awal program baru yang akan diluncurkan Metro TV sebagai the Election Channel. Antara lain, Election Update, The Candidate, Partai-Partai, Road to Senayan, The Next Leader, dan Cafe Democrazy.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary Hafiz mengatakan, media massa sangat strategis membentuk opini dan menyukseskan Pemilu 2009. “Dukungan ini memberi semangat kepada jajaran KPU untuk bekerja lebih baik. Bukan hanya dari stasiun televisi yang menandatangani kesepahaman, namun kita mengharapkan dukungan dari seluruh media massa, baik cetak maupun elektronik.”

Menurut dia, sukses Pemilu tidak semata-mata tergantung penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.”Tapi juga ditentukan partisipasi masyarakat dan pihak terkait. Komitmen itu harus dibangun sejak sekarang, sukses Pemilu 2004 harus terulang, bahkan kita bertekad harus lebih baik,” kata Hafiz.

Ketua KPU meminta jajaran KPU hingga ke daerah mendukung nota kesepahaman yang dilakukan KPU dan mengembangkan dengan media massa cetak dan elektronik lainnya. Selain dengan Metro TV, KPU juga menandatangani nota kesepahaman dengan TV One. (Hrm/OL-03)

Sumber: Mediaindonesia.com, 24 Mei 2008

Baca Selengkapnya......

Monday, 15 December 2008

4 Ponsel Terbaru Sony Ericsson

Sony Ericsson baru saja mengumumkan produk-produk ponsel terbaru mereka yaitu empat handset ponsel seri P1, T650, S500, dan T250. Keempat ponsel Sony Ericsson tersebut merupakan ponsel GSM, dan rencananya baru akan dipasarkan pada akhir tahun ini.

Ponsel Sony Ericsson P1 merupakan generasi terbaru seri P setelah kehadiran seri P990. Berbasiskan OS Symbian 9.1 dan antar muka UIQ 3.0. Seperti halnya seri P sebelumnya, juga disertakan keyboard QWERTY, dan kali ini juga mendukung teknologi 3G dan video call. Kameranya 3,2 MP dan telah pula mendukung koneksi WiFi dan tentu saja bluetooth.

Kapasitas memori RAM-nya telah mencapai 128 MB, ditambahkan dengan memori user sebesar 160 MB dan tidak ketinggalan slot memori Memory Stick Micro M2. Seperti halnya P990, seri P1 ini jugaa didukung dengan fitur multiedia dan FM Radio.

Kemudian ponsel Sony Ericsson T650 juga telah mendukung teknologi 3G dan video call. Ponsel generasi penerus seri T yang berukuran tipis ini juga berdesain candybar, dengan fitur-fitur yang cukup lengkap termasuk kamera 3,2 MP, stereo bluetooth, dan slot memori Memory Stick Micro M2.

Untuk seri S500 merupakan ponsel yang memiliki model slider/geser dan ukurannya juga cukup tipis. Hadir dengan kamera 2 MP, dukungan bluetooth, dan juga slot memori Memory Stick Micro M2.

Terakhir seri T250 merupakan ponsel dengan fitur yang paling minimum di sini, dibekali dengan fitur-fitur standar seperti kamera VGA, koneksi infrared, dan bonus dukungan FM Radio.

Baca Selengkapnya......

Wednesday, 3 December 2008

Nokia N97, NSeries pertama dengan touchscreen 3,5 inci



Dengan N97, Nokia ingin mengembalikan supremasi NSeries sebagai raja ponsel multimedia. Jika sebelumnya Nokia 5800 XpressMusic terasa kurang prestisius dan terbilang “standar” dari segi fitur, N97 memiliki spesifikasi yang dijamin akan membuat kita ternganga (dan mungkin ngiler juga)

Inilah ponsel pertama dengan memori internal 32GB (lebih besar dibanding netbook yang memakai SSD), dan juga yang pertama dengan konsep “Social location” yang memanfaatkan sensor A-GPS dan kompas elektronik. Konsep ini diklaim amat berguna untuk mengupdate informasi status Anda di jejaring sosial dengan mudah.





Satu hal yang membuat N97 amat layak dipakai sebagai pusat hiburan adalah layar sentuh 3,5 inci berformat lebar 16:9. Buat yang suka ketik-ketik, terdapat keyboard QWERTY geser (mirip ponsel berbasis Windows Mobile). Tentunya virtual touch input juga masih bisa digunakan. Untuk tombolnya, hanya menggunakan tiga baris yang memang menghemat tempat, tapi sepertinya tak ada tombol angka tersendiri. Ini bisa merepotkan atau tidak jadi masalah sama sekali. Layarnya sendiri dapat diatur sudut kemiringannya dan sekilas mirip HTC TyTN II.



Untuk baterai, N97 diklaim dapat memutar musik tanpa henti selama 1,5 hari. Kamera, sayangnya, masih 5 megapixel dengan lensa Carl Zeiss. Video dapat direkam dengan aspect ratio 16:9 dengan kualitas setara DVD.

Untuk masalah yang terpenting, harga diperkirakan sekitar EURO 550 sebelum pajak atau subsidi. Kita hitung-hitungan sejenak. Jika 1 EURO = Rp 15 ribu, maka harganya sekitar RP 8,25 juta sebelum pajak. Jadi prediksi harga di Indonesia sekitar Rp 9 juta. Menurut rencana, N97 akan hari di pertengahan tahun 2009.

Baca Selengkapnya......

Tuesday, 2 December 2008

Industri Ponsel Melambat, Nokia Tinggalkan Jepang

Minggu lalu, Nokia sudah memperingatkan publik akan adanya penurunan permintaan di pasar ponsel global. Kemarin, produsen ponsel terbesar dunia ini mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan operasinya di pasar Jepang untuk mengurangi biaya dan melakukan penghematan.

Executive Vice President Nokia, Timo Ihamuotila menyalahkan "iklim ekonomi global saat ini" dan menambahkan bahwa "kami telah menyimpulkan bahwa investasi di varian produk yang spesifik untuk pasar Jepang tidak lagi bisa dipertahankan.


Sebagai tindak lanjut, Nokia akan fokus pada aktivitas R&D global, menitik beratkan pada peluang untuk memasarkan Vertu dan mengembangkan aktivitas sourcing Nokia."

Vertu yang merupakan produk Nokia yang menargetkan pasar ponsel mewah akan menjadi lini produk satu-satunya yang mewakili kehadiran Nokia di pasar ponsel Jepang. Ponsel Vertu ini dihargai $5.000 per buah.

Keputusan Nokia untuk menarik dirinya dari pasar Jepang berarti hilangnya kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya di Jepang. Tidak seperti di banyak negara lain di mana Nokia mendominasi industri ponsel, Nokia hanya memiliki kurang dari 1% pangsa pasar handset Jepang, jauh di bawah dominasi merk kuat lokal seperti Sharp dan Sony.

Jepang sendiri secara resmi telah memasuki periode resesi, berita yang dikeluarkan Japan Electronics and Information Technology Industries Association (JEITA) juga mengatakan bahwa pengeluaran masyarakat untuk pembelian gadget mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Banyak toko yang memotong persediaan untuk menanggapi kondisi di mana niat beli penduduk terus berkurang sejalan dengan menurunnya perekonomian Jepang secara drastis.


Baca Selengkapnya......
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.